Pernah tak Korang Memperhatikan Jam Pada Adegan Terakhir Filem Titanic? Setelah hampir 20 Tahun, 90% Penonton Pun Tidak Tahu Sebenarnya Ada Rahsia Ini di Sebaliknya!

Sharing is caring!

Tak terasa sudah 20 berlalu sejak filem Titanic resmi ditayangkan. Harus diakui, filem klasik yang menceritakan kisah cinta tragis antara Jack dan Rose ini berhasil menyentuh perasaan banyak penonton.

Baru-baru ini, salah satu status asing bernama  membagikan beberapa hal tersembunyi di filem tersebut yang sebagian besar terluput dari perhatian penonton.

1. Pintu

Setelah kapal tenggelam, Jack dan Rose menemukan sebuah pintu mengambang di permukaan laut yang setelah dicoba ternyata hanya bisa menampung bobot satu orang saja.

Jadi Jack membiarkan Rose naik di atas pintu, sedangkan ia tetap berada di dalam air dan hanya memegang tepi pintu hingga akhirnya mati kerana kedinginan.

Kenyataannya, berdasarkan perhitungan daya apung menggunakan rumus matematika, ternyata pintu tersebut dapat menampung bobot dua orang!

Jadi, kenapa filem ini tidak membiarkan Jack naik ke atas pintu itu sehingga ia bisa tetap hidup? Menurut sutradara filem James Cameron, alasannya kerana Jack sudah diputuskan meninggal sejak awal.

Jika ia tiba-tiba dibiarkan tetap hidup, maka akhir dari filem akan menjadi berbeda dan aneh. Apalagi, inti filem tersebut adalah kematian dan perpisahan, jadi Jack tetap harus mati pada akhirnya.

Sedangkan pintu itu sebenarnya hanya sebuah properti filem belaka sehingga kemampuan sesungguhnya diabaikan.

2. Jam

Pada adegan terakhir filem, diceritakan Rose sedang berbaring di tempat tidur dan bermimpi bahwa ia kembali ke saat di mana Titanic masih berlayar.

Di sana ada Jack yang sedang menunggunya. Jika diperhatikan lebih teliti, ada jam di belakang Jack saat ia menyambut Rose dan waktu di situ menunjukkan pukul 02:20.

Tahukah kalian bahwa waktu tersebut bukan waktu sembarangan, melainkan menyimpan sebuah makna?

Titanic tenggelam tepat pukul 02:20 tanggal 15 April 1912. Itu berarti kru pembuat filem ini sangat teliti dalam mempersiapkan propertinya ya?

Setelah berlalu 20 tahun pun filem ini ternyata masih dibicakan banyak orang. Benar-benar filem klasik yang melegenda!

Sumber: LadBible via Pencakviral

Ini FAKTA! Nepal Adalah Satu-Satunya Negara di Dunia yang Tidak Memiliki Janda! Ternyata Para Gadis Melakukan Hal Ini!

Nepal adalah sebuah negara di benua Asia yang letaknya bersebelahan dengan negara India.

Ibukota negara tersebut adalah Kathmandu. Tapi apakah kamu pernah mendengarnya? Di Kathmandu ada sebuah catatan unik di dunia, iaitu tidak ada janda!

Gadis-gadis Nepal sejak awal akan dinikahkan dengan “suami pertama” yang akan menemani sepanjang umur mereka, tidak ada pengkhianatan.

Mencintai diri sendiri adalah awal dari sebuah hubungan cinta yang abadi.

Ada pepatah mengatakan “Setidaknya dalam hidup ini ada satu cinta yang tak kenal lelah”, tapi bagi gadis Nepal setidaknya ada 2 pernikahan dalam hidupnya. Bukan cinta yang relevan namun ini tentang cinta dan pertumbuhan.

Ketika gadis-gadis di Nepal belum mengerti apa itu cinta, pernikahan pertama mereka sudah dilakukan. Karena di Nepal mayoritas adalah orang beragama Hindu, jadi pernikahan pertama mereka adalah pernikahan dengan Dewa Wisnu. Para gadis akan memakai baju berwarna merah.

Pernikahan kedua adalah pernikahan dengan “matahari”. Para gadis akan tinggal di ruangan gelap selama 11 hari. Wanita yang usianya lebih tua darinya akan mengantarkan makanan mereka.

Selama itu para gadis tidak boleh keluar atau bertemu dengan orang asing, terutama dengan lelaki.

Gadis-gadis itu harus menghadapi sendiri rasa takut dan kesepian, sampai pada hari ke-12 mereka keluar dari ruang gelap itu dan berhasil menyelesaikan perjalanan pemurnian suci.

Sejak saat itu, mereka sudah dapat disebut wanita dewasa dan boleh melakukan pernikahan ketiga, iaitu menikah dengan lelaki.

Seperti kepompong menjadi kupu-kupu, melalui tahap-tahap ini gadis-gadis ini sudah berubah menjadi wanita dewasa.

Melalui 11 hari dalam kegelapan, para gadis akan mengerti cara hidup, mungkin ada orang yang dapat menemani hidupnya, ada orang yang merawatnya, tapi dalam kehidupan seorang wanita, hidup sendiri secara mandiri adalah sebuah norma.

Baik “perkawinan pertama” maupun “perkawinan kedua” memberitahu para gadis Nepal bahwa nilai dan tujuan mereka di dunia ini bukan untuk lelaki, tapi untuk dirinya sendiri.

Sumber : hottime via PencakViral

Di kemaskini dan Di olah Oleh : Kisah Benar Media Network